Netshowbizz – Nama Sabrina Chairunnisa kembali jadi bahan perbincangan. Kali ini, bukan soal penampilan atau aktivitas terbarunya, melainkan tanggapannya terhadap komentar warganet yang menilai sembilan tahun pacaran dengan Deddy Corbuzier sebagai waktu yang terbuang sia-sia.
Hubungan Sabrina Chairunnisa dan Deddy Corbuzier memang berlangsung cukup lama sebelum keduanya menikah. Nggak heran kalau perjalanan asmara mereka masih mengundang rasa penasaran publik, apalagi ketika kehidupan pribadi keduanya kembali dibahas di media sosial.
Sebagian netizen melihat lamanya hubungan tersebut dari sisi yang cukup sederhana: sudah bertahun-tahun bersama, tetapi akhirnya harus berpisah. Namun, Sabrina tampaknya punya pandangan lain. Ia tidak merasa perlu menganggap masa lalunya sebagai sesuatu yang harus disesali.
Sabrina Chairunnisa Menanggapi Komentar soal 9 Tahun Pacaran
Komentar tentang lamanya Sabrina dan Deddy menjalin hubungan membuat topik ini kembali ramai. Ada warganet yang mempertanyakan apakah sembilan tahun pacaran benar-benar sepadan jika akhirnya rumah tangga mereka hanya bertahan sekitar tiga tahun.
Sabrina pun menanggapi komentar tersebut dengan santai. Ia memahami bahwa orang-orang mungkin memberikan pendapat karena merasa peduli, tetapi bukan berarti ia harus melihat perjalanan hidupnya dengan cara yang sama.
“Guys, percayalah, enggak ada satu hal pun dalam hidup ini yang wasting your time. Semua pasti ada fase yang harus kita lewati,” tulis Sabrina dalam unggahannya.
Kalimat itu menjadi inti dari responsnya. Bagi Sabrina, sebuah hubungan nggak otomatis kehilangan arti hanya karena akhirnya tidak berjalan sesuai harapan.
Toh, orang luar hanya melihat hasil akhirnya. Mereka belum tentu tahu seluruh cerita, pengalaman, dan hal-hal yang dialami oleh dua orang selama menjalani hubungan.
Baca juga: Sabrina Chairunnisa Disindir soal Biaya Kuliah, Balas Netizen dengan Cerita 90 Anak
Bagi Sabrina, Masa Lalu Bukan Sesuatu yang Harus Disesali
Hubungan yang sudah berlangsung bertahun-tahun memang sering dianggap sebagai investasi perasaan. Ketika akhirnya berpisah, muncul anggapan bahwa semua waktu yang sudah diberikan menjadi sia-sia.
Padahal, kenyataannya nggak selalu begitu. Ada hubungan yang mengajarkan seseorang tentang komitmen, ada pula yang membuat seseorang lebih mengenal dirinya sendiri. Pengalaman tersebut tetap menjadi bagian dari perjalanan hidup, meski akhirnya tidak berujung pada kebersamaan selamanya.
Sabrina juga tidak menyangkal bahwa Deddy pernah menjadi bagian penting dalam hidupnya. Ia hanya tidak ingin terus melihat ke belakang dan membiarkan masa lalu menentukan bagaimana dirinya menjalani kehidupan sekarang.
Sikap ini sekaligus memperlihatkan bahwa setiap orang punya cara berbeda dalam menghadapi perpisahan. Ada yang butuh waktu lama untuk menerima keadaan, ada juga yang memilih fokus membangun kehidupan baru tanpa harus menghapus semua kenangan yang pernah ada.
Sabrina Mengaku Kini Lebih Ceria dan Tenang
Dalam unggahannya, Sabrina turut membahas perubahan dirinya yang disebut terlihat lebih ceria, lepas, dan tenang. Menurutnya, kondisi tersebut berkaitan dengan pilihan yang ia ambil setelah melewati berbagai pengalaman hidup.
“Kalau kalian lihat Sabrina yang sekarang, katanya lebih ceria, lebih lepas, lebih tenang, aku bisa bilang itu karena aku memilih untuk menjadi seperti itu sekarang, karena semua yang sudah aku lewati telah membentuk Sabrina yang kalian lihat sekarang,” ungkapnya.
Sabrina juga mengakui bahwa proses yang dilaluinya tidak selalu mudah atau menyenangkan. Meski begitu, ia memilih untuk terus melangkah daripada terjebak dalam penyesalan.
“Saya enggak ingin kembali melihat ke belakang, namun bukan berarti semua ini mudah dan menyenangkan. Tetapi, bagaimanapun dia (Deddy Corbuzier) pernah jadi bagian dalam kehidupan aku. Jadi teruslah melangkah,” tutup Sabrina.
Respons Sabrina soal Deddy Corbuzier Jadi Sorotan
Tanggapan Sabrina membuat perbincangan tentang hubungan masa lalu kembali mencuat. Kisahnya bersama Deddy Corbuzier menjadi contoh bahwa durasi hubungan tidak selalu bisa dijadikan patokan untuk menilai apakah sebuah kisah cinta berhasil atau gagal.
Buat sebagian orang, sembilan tahun pacaran mungkin terasa sangat lama. Namun, bagi orang yang menjalaninya, pengalaman selama itu tentu punya cerita tersendiri yang tidak bisa dinilai hanya dari akhir hubungan.
Sabrina sendiri memilih berdamai dengan masa lalu dan menjalani kehidupannya sekarang. Ia tidak meminta semua orang untuk memiliki pandangan yang sama, tetapi pesannya cukup jelas: apa yang sudah dilewati tidak harus selalu dianggap sebagai kerugian.
Pada akhirnya, orang lain boleh saja punya pendapat tentang perjalanan cinta seseorang. Namun, hanya orang yang menjalaninya yang benar-benar tahu apa arti hubungan tersebut bagi hidupnya.